Belajar dari kisah bersatunya sel ovum dan sel sperma (1)

Kisah fertilisasi sel ovum oleh sel sperma adalah salah satu kejadian menakjubkan yang terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa. Tak hanya tentang proses awal untuk membentuk individu baru, tapi juga proses yang sarat makna dan pembelajaran untuk kehidupan.

Berawal dari lepasnya sel ovum saat proses ovulasi. Sel ovum berdiam di saluran tubafalopi untuk menunggu sel sperma terbaik menyentuh inti selnya. Berjuta-juta sperma menjawab keinginan sel ovum, dengan beramai-ramai menemuinya di tubafalopi. Namun, keinginan mereka tak semudah itu terwujud. Banyak rintangan yang harus mereka hadapi dan lewati dengan gagah berani dan penuh pengorbanan. Mereka harus bergerak gesit dan cepat saat melalui saluran serviks dan uterus agar mereka tak ditelan hidup-hidup oleh sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem imunitas wanita. Sel sperma yang payah dan lambat tak akan mampu melanjutkan ke tahap berikutnya.

Setelah berhasil melewati serviks dan uterus, sampailah ratusan sperma di tubafalopi. Kini, mereka mulai bisa melihat sel ovum dari kejauhan yang masih dilindungi lapisan-lapisan pelindung yang begitu rapat. Ratusan sel sperma itu berenang sekuat tenaga untuk mendekati sel ovum. Sel sperma kemudian menempel di lapisan terluar sel ovum yaitu kumulus ooforus. Dia harus melepaskan enzim untuk bisa menembusnya. Sekali lagi, hanya yang terkuat dan memiliki enzim itu yang dapat masuk.

Berhasil melewati kumulus ooforus, belum membuatnya berhasi menyentuh inti sel. Ada zona pelusida yang untuk menembusnya sel sperma harus rela meleburkan membran plasmanya dengan membran terluar akrosom agar ia bisa melepas enzim hidrolitik. Enzim hidrolitik ini akan mendegradasi zona pelusida dan membuat sperma mampu melewatinya. Sel sperma akhirnya mampu menyentuh inti sel ovum dan membuahinya. Sel sperma yang berhasil ini adalah sel sperma yang terbaik, terkuat, rela berkorban, dan tak pernah menyerah untuk berjuang.

Ada hal unik lainnya yang menarik selain perjuangan sperma untuk melakukan fertilisasi terhadap sel ovum. Tahukah kalian bahwa setelah ada satu sel sperma yang berhasil membuahi sel ovum, maka lapisan-lapisan pelindung sel ovum akan memperkuat perlindungannya dan tak memperbolehkan sel sperma lain menyentuh inti selnya. Jadi hanya satu ovum untuk satu sperma saja, tak ada yang ketiga. Karena jika ada sel sperma lain yang ikut membuahi, maka akan mengacaukan proses pembentukan zigot yang nantinya akan membelah membentuk individu baru.

Hal unik lainnya adalah bahwa wanita tak hanya menunggu dan membiarkan sel sperma berjuang sendirian untuk mencapai inti sel ovum. Bagian dari organ reproduksi wanita membantu sperma untuk memampukan diri melakukan fertilisasi atau dikenal sebagai proses kapasitasi. Karena sebenarnya sperma yang baru dilepaskan tak punya kemampuan fertilisasi, tapi setelah dibantu oleh zat yang ada di organ reproduksi wanita dia baru mampu. Begitu juga sel ovum yang tak bisa berkembang dan akan mati jika dia tidak dibuahi sel sperma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s