Sepenggal kisah di malam ini

Aku berjalan menuju sebuah pintu yang ada di ujung jalan. Banyak orang bilang dibalik pintu itu ada asaku yang hilang. Pintu itu hanya bisa ku lewati saat aku mampu melewati berbagai rintangan yang menghadang dan melindungi pintu itu.
Memang banyak yang membicarakannya, tapi tak sembarang orang bisa masuk ke dalamnya. Konon, hanya orang yang punya keteguhan hati dan pantang menyerah untuk berusahalah yang mampu menggapai asa yang ada di balik pintu itu.
Dari kejauhan, samar aku bisa melihatnya.
Namun hingga kini, aku masih tak tahu apakah pintu itu akan terbuka atau tidak untukku. Ada tabir hitam yang menghalangi pandanganku ke pintu itu. Dan, baru kusadari bahwa tabir itu adalah rasa takutku sendiri. Rasa takut telah meniadakannya, seolah pintu itu tak pernah ada. Pintu itu masih terlihat samar..Entah sudah terbuka atau masih tertutup rapat. Aku tak tahu. Sedih. Pandanganku terhalang oleh rasa takutku sendiri. Lebih sedih, karena aku tak tahu cara meniadakan rasa takut ini.
Tapi aku masih berpikir untuk mencari caranya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s