Dilema

ketika semuanya mengerucut
menjadi lebih jelas
menghanyutkan ke arah semuanya harus berada
tubuhku bergetar
panik
arus semakin kuat menghanyutkanku
tapi aku masih bersikeras melawannya
masih berharap ada jalan untuk melarikan diri
tapi,
aku tak cukup kuat untuk melewatinya
haruskah ku lepas semua daya dan terhanyut arus ?
atau harus menjadi lebih kuat melewati jalan yang aku inginkan ?

One thought on “Dilema

  1. rizkida mengatakan:

    kau tahu,
    kakiku pun sebenarya mulai layu
    seakan tak kuat menompang ragaku,
    setiap kali menyusuri pintu”..
    dengan bertuliskan cinta-cintaku..
    aku merasa berdetak
    terhempas,
    bergetar,
    tak sanggup untuk berdiri lagi..
    setiap kali aku pulang dari tempatku menompangngkan jalanku..
    untuk berjuang..
    tulisan cinta dan citaku slalu terlewati..
    gedung putih itu.. impiangku dan juga mereka..
    aku selalu menangis.. tp aku percaya Tuhanku tau apa yg telah kami usahakan..
    berjuang, berhenti atapun berjuang dan berhenti….
    tuhanmu maha tahu tentang engkau..
    just belive that all you do just try to give the best🙂
    semangaaat sayang🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s