Please, don’t smoke near me !

5 Wife

Entah mengapa akhir-akhir ini aku jadi begitu sensitif dengan namanya asap rokok. Kekesalan selalu hadir saat tiba-tiba ada asap rokok mengebul ke arahku. Muka berubah menjadi merah, cemberut, dan tiba-tiba menjadi seorang yang bercadar (menutup mulut dan hidung dengan jilbab). Karena memang meskipun kita bukanlah seorang perokok, tapi disaat kita berada di dekat seseorang yang sedang merokok kita juga dapat berada dalam bahaya asap rokok itu sendiri. Dengan kata lain, kita disebut juga sebagai seorang perokok pasif. Banyak kasus dan penelitian yang telah membuktikan bahwa para perokok pasif juga beresiko besar menderita penyakit yang dapat diderita oleh para perokok aktif. (more info : http://www.who.int/tobacco/research/secondhand_smoke/faq/en/index.html)

Dalam perjalanan kali itu aku bersama bapakku dan seorang pak lek dari bapak (saudara mbahku) yang masih agak muda berangkat menuju Jakarta menggunakan mobil pribadi. Kedua laki-laki berada di kursi terdepan, dan aku di belakang mereka. Sepanjang perjalanan aku merasa sangat tidak nyaman. Kenapa ? ya pastilah karena asap rokok. Kedua laki-laki yang ada di depanku itu adalah para perokok yang sudah akut. Dalam perjalanan hampir 18 jam menuju Jakarta kemarin harus berkutat dengan namanya asap rokok !. Entah berapa batang rokok yang mereka sudah hisap selama perjalanan itu. Hampir tiap 30 menit sekali mereka menghisap asap rokok. Aku di belakang hanya bisa menutup mulut dan hidung dengan jilbab (bercadar) jadinya.

Aku tidak habis pikir mengapa begitu betah mereka merokok. Padahal sudah bukan lagi rahasia umum bahwa rokok itu sangat berbahaya. Banyak bahan-bahan beracun yang terdapat di dalamnya. Bisa menyebabkan penyakit-penyakit kronis yang sulit untuk disembuhkan. Penyakit jantung, kanker, impotensi, serangan jantung, gangguan kehamilan dan janin seperti yang selalu ada di tiap bungkus rokok dan iklan rokok di media massa. Tapi tetap saja mereka yang sudah kecanduan dan tidak bisa lepas masih menghisapnya dalam-dalam. (more info : http://www.wisegeek.com/how-dangerous-is-cigarette-smoke.htm )

” Mulut kecut”, ” ngantuk kalo nggak ngerokok”, ” nggak ngerokok nggak enak”, “kalo dialihkan makan, bikin gemuk, perut kembung, sama aja bikin penyakit”. Ya ! itulah beberapa jawaban yang dilontarkan oleh mereka saat aku tanya kenapa masih ngerokok padahal udah tahu rokok itu membahayakan kesehatan. Satu lagi yang bikin bener-bener nggak paham sama pemikiran mereka. Jadi ketika pulang dari Jakarta menuju Rengel ada dua orang laki-laki yang masih keluarga dari bapak ikut nebeng pulang juga. Salah satu dari mereka merokok dan sudah sepuh. Tiap kali dengerin beliau batuk jadi nggak tega, kasihan udah sepuh dan batuk terus pula. Tapi yang bikin nggak habis pikir adalah beliau tetap saja merokok !.  Entah berapa batang rokok yang dihisap selama perjalanan itu. “Gimana mau sembuh batuknya, kalo masih merokok seperti itu, hemm.”

Karena aku satu-satunya perempuan di situ dan berlatar belakang pendidikan di bidang ilmu kesehatan, aku mencoba berusaha untuk mengingatkan bahwa rokok itu berbahaya buat kesehatan. Namun tetap tidak mempan karena memang sesuatu yang sudah menjadi candu itu sulit untuk dihilangkan. Apalagi belum punya solusi untuk paling tidak mengalihkan perhatian mereka dari rokok. Mengganti rokok dengan buah-buahan mungkin. Saat itu yang bisa aku lakukan hanyalah menunjukan gesture yang memperlihatkan bahwa aku tidak merasa nyaman. Beberapa dari mereka bisa mengerti dan berusaha untuk tidak mengarahkan asap rokoknya ke arahku. Tapi tetap saja mereka menghisap rokok itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s