Gak suka orang ngerokok !

” Fa, kamu nggak suka orang ngerokok, nanti bisa-bisa suami kamu orang yang suka ngerokok lho !”

“Naudzubillah, semoga nggak. Meskipun iya, aku sebagai istrinya yang baik harus berusaha menghentikan kebiasaan buruk itu.”

Ya! itu adalah sepenggal percakapan yang aku dapatkan bersama pak dhe-nya bapak yang ikut dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke Rengel beberapa hari yang lalu. Jujur aku adalah orang yang kurang suka dengan para perokok. Jika harus memilih seorang suami, aku akan memilih seorang yang bukan perokok. Ya setelah kriteria sholeh, cerdas, dan mapan itu terpenuhi. Kenapa ? karena ada beberapa alasan yang aku pegang tentang seorang yang perokok. FYI, ini adalah pendapat pribadiku dan mungkin ada beberapa yang setuju dengan pendapat ini dan ada yang tidak. Aku hanya ingin memberikan pendapatku saja🙂

Orang perokok itu..

1. Tidak mensyukuri hidup

Banyak fakta yang menunjukan bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan. Bisa merusak paru-paru, jantung, menyebabkan penyakit-penyakit kronis yang sulit di sembuhkan. Allah sudah memberikan banyak nikmat untuk hambaNya, termasuk tubuh yang sehat. Agar hambaNya bisa hidup bahagia, tentram, dan tidak perlu menderita. Tapi, para perokok itu malah merusak nikmat itu, merusak dirinya sendiri, tidak menjaga dengan baik apa yang diberikan oleh Allah kepadanya. Itulah mengapa aku berpendapat bahwa para perokok itu adalah orang yang tidak mensyukuri hidup. Tidak mensyukuri apa yang diberikan Allah padanya.

2. Boros

Satu bungkus rokok harganya bisa mencapai Rp12.ooo,-. Bayangkan saja jika setiap hari seorang perokok menghabiskan 1 bungkus rokok, dalam 1 bulan berapa uang yang sudah dikeluarkan hanya untuk membeli rokok. Jika mau menghitungnya : Rp12.000,- x 30 = Rp360.000,-. Wah ! banyak juga ya. Padahal uang segitu bisa digunakan untuk membeli hal yang lebih berguna. Kalian pasti tahu bahwa di jaman sekarang sangat sulit mendapatkan uang. Tapi, para perokok malah membuang-buang uang untuk kenikmatan sesaat dan bisa mengantarkan mereka pada bahaya. Istilahnya “Mbakar dhuwit !”. Sungguh sangat boros dan tidak bijaksana.

3. Egois dan tidak peduli orang disekitarnya

Orang merokok di sembarang tempat dan menganggap tempat itu adalah miliknya sendiri, meskipun ada orang lain di sekitarnya. Dia seenaknya saja menghisap rokok dan mengebulkan asapnya sesuka hatinya. Sudah ruangannya sempit, tertutup, penuh asap rokok lagi (seperti berada di neraka!). Terkadang mereka sudah diberikan sinyal bahwa ada seseorang di dekatnya yang merasa terganggu dengan asap rokoknya. Kalau aku melakukannya dengan cara menutup hidung, berlagak batuk-batuk, atau dengan menutupkan jilbab ke mulut dan hidung (cadar style). Ya, hanya mampu menunjukan gesture. Karena terkadang jika di ingatkan dengan kata-kata, hal itu dapat menyinggung orang tersebut. Tapi tetap saja dia merokok dengan nikmatnya. Betapa egoisnya mereka ! Apalagi bagi mereka yang sudah paham bahwa orang lain dapat menjadi seorang perokok pasif karena aktivitas merokoknya, tapi malah tetap saja melanjutkannya.

4. Tidak dapat menahan diri

Banyak alasan mengapa seseorang tetap betah ngerokok. Jika mereka ditanya pasti beberapa orang mengatakan bahwa ” Mulut kecut kalo nggak ngerokok”, “Ngantuk kalo nggak ngerokok”, “Udah kebiasaan, susah ngilanginnya”, dan alasan lainnya. Terkadang kita yang berada di dekat mereka bahkan media massa sudah mengingatkan bahwa merokok itu adalah kebiasaan buruk bagi kesehatan. Tapi mereka tetap saja merokok dengan alasan-alasan di atas. Jika saja mereka bisa menahan diri mereka pasti mereka akan terhindar dari kebiasaan merokok itu.

5. Keras kepala

“Pak sudah jangan merokok lagi, nanti bisa kena kanker paru-paru lho!” Terkadang kita sudah mengingatkan beribu-ribu kali tentang buruknya rokok buat kesehatan. Tapi tetap saja mereka tidak mau berhenti. Malah terkadang mereka bertambah marah dan mengeluarkan kata-kata kasar. Ya, mereka sungguh keras kepala !

6. Pendek Akal

” Kalo lo nggak ngerokok, lo nggak keren bro!” mungkin ada dari banyaknya para perokok yang merokok hanya gara-gara termakan omongan menyesatkan itu. Tanpa mengurangi kesopanan, ya bisa dibilang mereka pendek akal (bodoh). “Hey please ! keren nggak diukur dari seseorang itu merokok atau nggak !”. Kalo kalian berpendapat seperti itu terserah saja, tapi bagi kami nggak. Citra diri seseorang itu yang tahu adalah orang yang melihatnya. Orang-orang yang mengenal dan memperhatikannya. Terkadang kita sendiri salah mendefinisakan citra diri kita sendiri. Menurutku, kamu bisa lebih keren kalo nggak melulu ngikutin orang lain. Be different! do something that can make everyone know you as you are. Keren itu berkarakter, mau berkarya, berprestasi, dan mau berbagi manfaat buat banyak orang. Itulah keren masa kini, bro !🙂

Mungkin ada banyak alasan lain yang belum disebutkan. Ya, itu hanyalah beberapa alasan yang MENURUTKU menjadi alasan kenapa aku dan sebagian orang kurang suka pada seorang yang perokok. Harapannya bisa menginspirasi dan mengetuk hati kalian yang mungkin sedang dalam proses menuju kekerenan yang menyesatkan. Ini hanyalah sedikit pendapat, silahkan jika memang kalian punya argumen tertentu. Kembali lagi karena ini adalah blogku, jadi terserah aku dong mau berpendapat seperti apa🙂. Toh, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Aku sangat bersyukur jika ada seseorang yang terinspirasi dan terketuk hatinya setelah membaca tulisan ini🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s