Syukurku menjadi bagian FIK UI

makara UI

Satu semester sudah aku menjalani perkuliahan di fakultas ilmu keperawatan. Meskipun saat awal-awal masuk ada rasa menyesal telah memilih jurusan ini. Bagaimana tidak? banyak yang menganggap remeh jurusan ini. Memandang FIK sebelah mata. Apalagi banyak teman-teman yang masih merencanakan untuk pindah fakultas. Hal ini secara tidak langsung membuatku mulai memikirkan untuk mencari tempat yang lain. Tekanan saat awal-awal semester tidak aku pungkiri, aku merasakannya. Dari mulai masa depan sebagai seorang perawat yang dianggap “pekerjaan kelas dua” ataupun hal-hal lain.

Namun,,

Ketika sudah beberapa lama di sini, aku mulai menyadari bahwa ini adalah tempat yang terbaik bagiku untuk tumbuh dan berkembang. Ucapan syukurpun aku panjatkan waktu demi waktu. Betapa bersyukurnya aku bisa menjadi bagian dari fakultas ini. Meskipun tidak bercita-cita menjadi seorang perawat, namun setidaknya banyak pelajaran yang aku dapatkan di sini. Pelajaran yang dapat menjadikanku pribadi yang lebih baik.

Di sini aku diajarkan menjadi seorang yang “peduli”. Karena memang di mata kuliah ilmu keperawatan, kami diajarkan untuk “caring” terhadap sesama. Karena “caring” inilah yang merupakan intisari keperawatan. Kami diajarkan untuk tidak apatis. Kami diajarkan untuk bisa peduli dengan sekitar. Hal ini berguna bagi kami untuk menjalani hidup di masa kini maupun masa depan. Kami bisa menjadi seorang yang peduli diri sendiri, orang lain, bangsa dan negara. Betapa indahnya ilmu keperawatan ini.

Tidak hanya belajar tentang bagaimana peduli pada lingkungan sekitar, tapi di sini aku juga belajar untuk menjadi seorang perempuan yang memiliki sopan santun. Karena memang mayoritas mahasiswa FIK adalah perempuan. Sehingga mudah untuk mencari teladan dalam bertutur kata, bertingkah laku, maupun berpakaian yang sopan dan santun. Karena lingkungan sangat mendukung, sehingga tidak perlu waktu lama, aku juga akan terpengaruh budaya yang ada di FIK. Dengan mahasiswanya yang punya sopan santun. Bandingkan saja dengan fakultas lain, dalam masalah berpakaian saja mereka banyak yang menyimpang. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya aku ketika berada di tempat-tempat itu.

Ada peraturan yang mendasar di FIK, yaitu dilarang memakai celana berbahan jeans. Kenapa ? karena memang celana jeans tidak baik bagi kesehatan dan itu sudah dibuktikan. Kami sebagai calon tenaga medis yang selalu ingin meningkatkan kesehatan para pasiennya, malah merusak kesehatannya sendiri kan tidak lucu. Oleh karena itu, peraturan tersebut ada. Lagipula dengan tidak memakai celana berbahan jeans yang ketat, kesopanan kami dalam berpakaianpun dapat terjaga.

Hal yang baru saja aku rasakan manfaatnya sangat besar adalah adanya larangan merokok di FIK UI. Ya, sebagai fakultas rumpun ilmu kesehatan, sudah semestinya rokok dilarang. Sebenarnya bukan hanya fakultas rumpun ilmu kesehatan saja yang memberlakukan peraturan tersebut. Sesungguhnya UI sudah memberlakukan peraturan kawasan tanpa asap rokok (KTR) sudah ada SK Rektornya juga, tapi kembali kepada orang-orangnya. Meskipun sudah ada peraturan tersebut, tetap saja banyak asap rokok mengepul di beberapa fakultas. Lucunya, karena memang sudah terbiasa dengan udara FIK UI yang tanpa asap rokok, ketika harus mengikuti perkuliahan di fakultas lain ada semacam rasa kaget ketika menemukan asap rokok mengepul di fakultas lain. Ya, aku bersyukur hidup di FIK UI, karena ketika aku di sini aku lebih seha tentunya.

Selain beberapa hal diatas, aku bersyukur ada di FIK UI. Karena mengapa? karena memang FIK sangat minim akan makhluk yang bernama laki-laki. Fakta ini membantuku untuk tidak terlalu memikirkan laki-laki dahulu (baca:pacaran). Biasanya godaan-godaan itu muncul ketika harus bertemu terus menerus dengan laki-laki apalagi yang kita suka. Tapi alhamdulillah, di sini aku tidak merasakannya. Sehingga aku bisa lebih fokus dalam belajar. Tidak memikirkan makhluk bernama laki-laki. Tapi, bukan berarti kami membenci laki-laki, tapi keadaan ini akan menjaga pandangan kami terhadap laki-laki di kehidupan sehari-hari kami. Sehingga tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Aku selalu yakin apa yang diputuskanNya adalah yang terbaik bagi kita. Allah tahu apa yang kita butuhkan. Dan aku sangat-sangat bersyukur bisa dijaga olehNya di sini. Mulai saat ini tidak akan ada kata penyesalan yang terucap kembali. Mungkin FIK dianggap remeh diluar sana, tapi hal ini tidak akan menurunkan semangatku untuk menuntut ilmu di sini.  Malah ini bisa menjadi satu kesempatan untuk membuktikan bahwa FIK UI juga punya potensi kesuksesan dan kejayaan.

Ya, syukur alhamdulillah aku panjatkan kepadaMu atas segala karunia yang kau berikan Ya Allah :)

4 thoughts on “Syukurku menjadi bagian FIK UI

  1. sj mengatakan:

    makasih buat blognya kak :’) jadi nyemangatin aku , sukses kuliahnya! berharap tahun 2015 ini setelah aku lulus bisa menjadi bagian dr FIK UI aamiin :’D

  2. lathifany mengatakan:

    Amiin. Semangat ya !. Jangan lupa carilah alasan terkuat kamu untuk memilih jurusan nantinya🙂 Ditunggu jadi maba FIK UI🙂

  3. Halimatu Sa'diah mengatakan:

    Aku pingiiiin banget masum FIK UI.. mungkinkah itu? Mungkin2 saja tapi gimana caranya? Banyak cerita katanya masuk FIK UI itu susah sekalipun dia orangnya pinter… mungkinkah orang yang biasa aja tapi dia sungguh banget ingin masuk? Bantu aku… untuk caring ttg cara masuk FIK UI? Aku pingin banget masuk FIK UI… bantu aku kak..

    • lathifany mengatakan:

      Alhamdulillah ada yang sungguh2 pingin masuk fik.
      Ya kalo pinter tapi gak punya kesungguhan, ya mungkin akan sulit masuk fik.
      Kalo biasa aja tapi punya kemauan kuat dan MAU BELAJAR, ya insya Allah tidak ada yang tidak mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s